Membuat radio ternyata mudah. Tidak perlu modal miliaran seperti mbak Tutut yang pernah jadi ketua umum PRSSNI, singkatan yang sangat tidak singkat. Cukup punya server bagus dan domain sendiri serta konten yang menarik.
Memang bukan saya yang bikin radio online. Tetapi Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah UK yang berinisiatif dan meminta bantuan Eko, mahasiswa komputer Birmingham University. Server dipinjami gratis oleh Muhammadiyah Amerika Serikat. Jadi merupakan kerja sama antar Muhammdiyah antar negara.
Server sudah ada. Domain ikut Muhammadiyah USA. Software shoutcast gratis. Tinggal konten dan tentunya positioning. Muhammadiyah UK punya banyak pakar. Ada ahli material composite, Timur Tengah, musik (he...he..he..ini saya), Teknik Sipil, dll, ilmu sekuler yang tidak ada hubungannya dengan agama, yang seharusnya dipunyai organisasi Islam. Sementara ada banyak organisasi di UK yang mempunyai positioning Islam, seperti Kibar.
Jadi diputuskan, positioning Muhammadiyah UK adalah organisasi Islam yang berkontribusi terhadap gagasan tentang demokrasi dan pembangunan di Indonesia. Dengan demikian ahli-ahli ilmu sekuler Muhammadiyah UK bisa berkegiatan.
Rencana peluncuran radio online yang beralamatkan di http:// radio5.imsa.us:8014 akan dilakukan Minggu, 2 Maret 2008 jam 20:00 GMT dengan diadakan diskusi online tentang 'Sepuluh Tahun Reformasi: Sudahkah Demokrasi Membawa Kesejahteraan?' dengan pembicara: - Poppy S Winanti, PhD student international relations Glasgow University - Sonny Mumbunan, PhD student ekonomi Lipzig University - Amich Alhumami, PhD student antropologi Sussex University
Siaran kedua akan diadakan Selasa, 4 Februari 2008 pukul 20:00 GMT dengan tema 'Mengenang Perjalanan Dakwah dan Musik Gito Rollies' bekerja sama dengan KPMI UK (pengurusnya sama :) dengan pembicara Riza Sihbudi, Atase Pendidikan & Kebudayaan KBRI UK, KPMI, Syahrul Hidayat, PhD student Exeter University, pengurus Muhammadiyah UK, Liston Siregar, BBC, KPMI.
Siaran ketiga akan dilakukan Kamis, 6 Maret 2008 pukul 16:00-20:30 GMT dengan sarasehan bertemakan 'Sepuluh Tahun Reformasi: Sudahkah Demokrasi Membawa Kesejahteraan', dengan pembicara Prof. Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Masykuri Abdilah, Ketua PBNU, Prof. Dewi Fortuna Anwar, LIPI, Dr. Clara Yuwono, CSIS, Dr. Rizal Sukma, CSIS.
Kalau Persatuan Pelajar Indonesia diberbagai negara bikin radio online dengan musik sebagai hidangan utama, Muhammadiyah UK mengetengahkan diskursus demokrasi dan pembangunan. Kalaupun nyerempet musik, seperti alm. Gito Rollies, dikaitkan dengan tema utama atau dakwah.
Tadi malam si Gun sudah sempat dengar siaran percobaannya.
jam 20:00 GMT artinya jam 2 pagi di Indonesa lho. siap-siap kopi. yang rencananya diskusi Gito Rollies nanti akan diputar lagu The Rollies, solo dan album terakhirnya yang agamis
ya biaya hosting dan domainya. untuk mulai paling hosting 2GB 20 ribu perbulan, per tahun 240 ribu + domain 90 ribu. beres deh mau cuap2 sepuasnya, ...kalau ada yang mendengar
wah blaik, radio4.imsa.us itu milik sebuah organisasi IMSA (www.imsa.us), setahu saya muhamadiyah USA baru dideklarasikan belum lama ini dan radio4.imsa.us milik IMSA, BUKAN milik Muhammadiyah. Mas mohon diralat tulisannya. Itu enggak benar. Sumedi Nugraha (pengurus radio IMSA beneran).
makasih mas atas koreksinya, karena saya sendiri juga tidak tahu singkatan IMSA itu apa. saya dengar kalau dipinjami server IMSA dan radiokita. yang akan dipakai adalah radiokita